Catatan dari 4th Annual Indonesia Telecoms International Summit

Seminar bertajuk Annual Indonesia Telecoms International Summit yang keempat ini diselenggarakan pada tanggal 11 Oktober 2012 lalu mengambil tempat di Hotel Mulia Senayan. Dihadiri oleh berbagai stakeholder dari kalangan Telekomunikasi dan Informatika (ICT) Indonesia – mulai dari penyedia infrastruktur dan Telco operator seperti Indosat, Telkom, Telkomsel, Axis, dan lain-lain, vendor dan service provider di bidang IT dan telekom, KADIN, MASTEL, akademisi, konsultan, mobile commerce providers, dan kalangan terkait lainnya – seminar ini adalah salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh Frost & Sullivan di Indonesia.

Ada beberapa trend penting yang membuat perkembangan ICT di Indonesia menjadi sangat menarik untuk dibahas dan menjadi latar belakang dari seminar ini:

  • Industri telekomunikasi di Indonesia masih menunjukkan peningkatan market growth yang sangat menjanjikan, yang terutama digerakkan oleh penetrasi wireless dan akses internet broadband.
  • Penggunaan Social Media di Indonesia yang sudah sangat meluas, tercatat Indonesia merupakan pengguna Facebook terbesar kedua di luar US dengan 38 juta pengguna. 24 juta pengguna diantaranya menggunakan mobile handset untuk mengkases internet, menjadikan hal ini sebagai problem tersendiri bagi penyelenggara mobile services
  • Jaringan Infrastruktur broadband yang masih belum memadai dan belum jelasnya garis besar rencana nasional untuk penyediaan infrastruktur tersebut.
  • Peningkatan investasi asing di industri telekomunikasi akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia

Seminar dibuka oleh Chairman dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Santosa yang juga merupakan mantan Dirut Telkom, dimana beliau salah satunya menyoroti belum jelasnya rencana nasional penyediaan infrastruktur broadband di Indonesia. Program Palapa Ring yang direncakanan untuk menyediakan jarinagan kabel bawah laut di Indonesia Timur menjadi contoh bagaimana program nasional yang mengikutsertakan para penyelenggara infrastruktur jaringan fiber tidak berjalan dengan lancar karena terkendala feasibilitas dari program tersebut.

Setelah presentasi dari Ajay Sunder, analis dari Frost & Sullivan, mengenai Top 10 Global Mega Trends, seminar dilanjutkan dengan diskusi panel interaktif dengan para panelis yang merupakan leader di industri Telematika di antaranya membahas bagaimana penerapan rancangan broadband nasional yang tepat akan menjadi sarana untuk peningkatan perekonomian Indonesia. Bahasan panel lainnya adalah mengenai trend dalam Mobile Commerce, Daniel Horan – CMO Axis – diantaranya dengan menarik menjelaskan bagaimana operator telekomunikasi menjadi jembatan bagi kebutuhan pihak bank dan customernya dengan aplikasi mobile banking dan mobile money.

Seminar juga diwarnai presentasi menarik dari vendor dan service provider yang berusaha memberikan solusi untuk masalah-masalah yang dialami  operator telekomunikasi. Salah satunya adalah Clarity yang menawarkan Customer Experience Management yang bisa digunakan pihak operator untuk memonitor dan mengenal tingkah laku dan gaya pelanggannya, sehingga memungkinkan untuk memberikan personalized services. Ada juga presentasi dari Orga Systems yang merupakan penyedia sistem untuk Real Time Charging and Billing, sistem yang sangat dibutuhkan dalam era connected devices dimana industri-industri vertikal seperti otomotif, transport, dan utility (listrik, air, gas, dsb) sekarang ini mulai banyak membutuhkan konektivitas untuk memungkinkan kontrol dan metering jarak jauh.

Ada beberapa trend dan jargon menarik yang juga dibahas dalam seminar ini seperti misalkan Multi Sided Business Model dan Bring Your Own Device. CIO dari Telkom memberikan presentasi mengenai aplikasi Multi Sided di Telkom, dimana Telkom mulai melakukan eksplorasi terhadap berbagai kemungkinan tambahan revenue tetapi tetap meningkatkan value buat pelanggannya. Beberapa strategi paradoks juga diperkenalkan oleh Telkom seperti misalkan retailing the wholesale dan wholesaling the retail sehunbungan dengan Multi Sided Model ini. Salah satu analis Frost & Sullivan juga memberikan presentasi mengenai Bring Your Own Device, konsep baru yang memungkinkan karyawan sebuah perusahaan menggunakan device pribadinya untuk bekerja, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan produktivitas karyawan tersebut.

Diskusi antar peserta terjadi tidak hanya di dalam ruangan seminar, tetapi juga ketika coffee break dan makan siang, ajang yang memang disiapkan untuk aktivitas networking bagi para peserta seminar. Salah satu bahan diskusi yang cukup menarik adalah program Super Wifi yang dikembangkan oleh Indosat, dimana setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya Indosat memutuskan untuk menggandeng IM2 sebagai pengembang Wifi. Dengan program ini pelanggan Indosat dapat menggunakan handset nya untuk mengakses Hotspot IM2 secara seamless. Di situsnya Indosat menyebutkan 200-an Wifi Hotspot sudah terimplementasi, tetapi Indosat dan IM2 berambisi untuk menggelar puluhan ribu Hotspot. Program super Wifi ini kelihatannya bakal menjadi solusi yang mampu menyelesaikan beberapa masalah seperti congest di jaringan 3G, mahalnya solusi in-building, dan tentu saja peningkatan coverage. Program ini juga berpotensi untuk mempengaruhi peta persaingan baik antar operator 3G maupun dengan para internet service provider.

Seminar ditutup dengan diskusi panel para leader dan akademisi mengenai prospek ICT ke depan di Indonesia dan action plan yang harus diambil. Dirut Indosat Harry Sasongko antara lain menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dan badan regulasi sebagai stakeholder terpenting dalam diskusi-diskusi seperti ini, sedangkan chairman Mastel Setyanto P.  Santosa memberikan ilustrasi bagaimana saat ini jaringan wireless di Indonesia sangat terbebani dengan peningkatan akses internet dan perilaku pelanggannya, dimana mayoritas koneksi ke internet masih menggunakan jaringan wireless bukannya physical connection seperti fiber optic seperti di negara-negara lain. Ke depannya di Indonesia perlu membangun banyak infrastruktur Fiber to Home untuk mengurangi beban jaringan wireless dan mengembalikan fungsinya sebagai penyedia mobile services.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s